Ayam Bakar Taliwang Bersaudara – Jakarta

0
197

Ayam Bakar Taliwang Bersaudara
Jalan Tebet Raya No.10 A, Tebet Bar., Tebet, South Jakarta City, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12180, Indonesia
Phone : 021 8298592

Ayam Bakar Taliwang Bersaudara - Jakarta

Nyaris 30 th. rumah makan ini setia menghidangkan ayam Taliwang khas Lombok. Bersantap ditempat ini terasanya ada dirumah. Ayam kampungnya gurih dengan balutan cabai merah menyengat yang buat berkeringat. Sungguh enak. Baiq Hartini sang yang memiliki rumah makan senantiasa berkelanjutan melindungi kwalitas sajiannya. Th. 1981 ia meniti usaha dengan terima pesanan 2 ekor ayam sampai pada akhirnya th. 1986 ia berani buka usahanya berbentuk rumah makan di Bali. Saat ini rumah makannya mempunyai 7 cabang di Lombok, Jakarta, Bali, serta Bandung. Pertama dikenalkan beberapa orang tidak tahu kelezatan ayam bakar khas daerah Taliwang, Lombok, NTB ini. Tetapi, saat ini malah beberapa orang yang suka pada lantaran rasa pedasnya yang khas. Kembali bersantap dirumah makan yang ada di lokasi Panglima Polim, hampir tidak ada yang beralih. Pelayan ramah dengan pakaian tenun khas Sasak mengantar kami menuju meja serta pilih menu. Meja serta kursi kayu diatur seperti ruangan makan keluarga. Sudah pasti ayam bakar (Rp. 40. 000), ayam goreng (Rp. 40. 000), pelecing kangkung (Rp. 15. 000) serta beberuk terung (Rp. 15. 000) yang jadi tujuan santapan kami. Di almari pajang ada aneka hiasan khas Lombok, dari perhiasan mutiara Lombok, kerupuk kulit, tenunan sampai madu khas Lombok. Dirumah makan ini tidak ada ayam potongan, ayam kampung umur 3 bln. di sajikan utuh. Uniknya ayam dipotong dengan style khas Lombok. Sisi dada ayam dibelah, dibentangkan. Sayapnya dilipat ke belakang. Penampilannya serupa ayam bekakak. Lipatan sayap ke arah belakang ini jadi ciri khas ayam dari Taliwang. Wah, ayam bakar yang dibelah dilumuri bumbu rata merah oranye menyebarkan aroma gurih menggelitik. Sambal yang pedas serta tengah di sajikan terpisang dalam mangkok kecil. Makan dengan tangan harus dikerjakan waktu menyantap ayam ini. Sekali sobek, tampak bumbu oranye meresap ke daging ayam. Gurih pedas dengan struktur renyah dibagian kulitnya. Ada sedikit jejak aroma bakaran arang. Celupan daging ayam ke sambal pedas yang merah gelap segera memberi rasa pedas menggigit halus. Tetapi, lama kelamaan merasa sengatan yang panas kuasai rongga mulut. Ini lantaran penggunaan cabe hitam khas Lombok yang mempunyai pedas khas. Seperti ayam bakar, ayam gorengnya juga gurih renyah. Tidak ada jejak minyak serta aroma anyir lemak yang menyengat. Ini lantaran ayam segarnya didapat dari ayam yang diternak sendiri di lokasi Bekasi. Umurnya seputar 3 bln. hingga dagingnya empuk serta terasa gurih. Pelecing kangkung yang melengkapi santapan ayam ini di sajikan dalam piring kecil. Rebusan kangkung serta tauge, disiram sambal dengan kombinasi tomat yang kemerahan serta taburan kacang tanah goreng. Renyah fresh kangkung serta tauge berpadu dengan sambal yang asam pedas fresh. Aroma gurih terasinya merasa kuat. Kesegarannya tidak beda dengan beberuk terung. Irisan halus terung hijau serta tauge yang disiram sambal yang sama juga dengan pelecing. Krenyes-krenyes terung cocok menemani ayam yang gurih dengan rasa pedas menyengat. Mengakibatkan, nasipun merasa lebih cepat tandas di piring. O, ya bagian pemrosesan ayam bakar Taliwang ini ditulis pada sehelai kertas serta dipasang dekat wasatafel. Bukanlah tanpa ada argumen. Info ini didapatkan dari sang yang memiliki, Baiq Hartini waktu flu burung mewabah. Ayam kampung fresh dibakar, digoreng, dibakar, diolesi bumbu, lalu dibakar lagi. Bila dulunya tahapannya cuma dibakar, saat ini ditambahkan digoreng, untuk meyakinkan ayam masak prima serta bebas dari virus serta kuman. Dengan informasi ini pelanggan jadi nyaman serta aman. Sambal serta bumbu pedas sebagai ciri khas ayam bakar ini disempurnakan dengan terasi khas Lombok yang juga diracik sendiri. Tangan bau terasi? Janganlah cemas, tinggal bersihkan tangan dengan pasta gigi yang disiapkan di wastafel. Ditanggung bersih serta fresh! Ayam bakar Taliwang ini dapat dipilih juga sebagai penjual kuliner yang tampak di emWorld Street Food Congress/em 2015. Sepanjang 5 hari, tanggal 8-12 April bakal berjualan di ruang WSF Jamboree di Singapura. Saya meyakini beberapa orang Singapura suka pada rasa pedas khas Lombok. Terlebih ayamnya gurih, ’ sekian papar Baiq Hartini. Terkecuali ayam bakar, pelecing kangkung serta sate lilit Lombok akan di sajikan disana. Ingin menghangatkan tubuh malam ini dengan sajian pedas menggigit? Singgah saja ke cabang Tebet atau Pangima Polim. Huaah.. ditanggung kenyang memuaskan!

Be Sociable, Share!

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    *