Jogjakarta

Bale Raos – Jogjakarta

on

BALE RAOS – Jogjakarta
Jl. Magangan Kulon No.1, Panembahan, Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55283, Indonesia
Phone : 0274 415550

bale raos1

Makanan favorite beberapa Sultan termasuk juga diantara suguhan khas Keraton Yogyakarta yang di sajikan Bale Raos, restoran yang di buka mulai sejak 23 Januari 2004 atas prakarsa KGPH Hadiwinoto, adik Sri Sultan Hamengkubuwono X.

” Yang paling banyak yaitu favorite Hamengkubuwono IX, lantaran Beliau di kenal suka memasak, ” kata General Manager Bale Raos Keraton Yogyakarta, Sumartoyo.

Menurut Sumartoyo, salah satu makanan favorite Sultan Hamengkubuwono IX yaitu Bebek Suwar-Suwir.

” Daging bebek dimasak dengan kedondong serta di sajikan dengan saus kedondong. Adalah kreasi juru masak Keraton berdarah Belanda, ” katanya.

Ia memberikan kata ” suwar-suwir ” pada nama makanan itu datang dari Bhs Belanda ” zur en zoete ” yang berarti asam manis.

Diluar itu ada hidangan pembuka favorite Sultan Hamengkubuwono VIII yang dinamai Selada Huzar, yang berbentuk wortel, buncis, timun, bawang merah, kentang goreng serta putih telur yang di sajikan dengan mayones.

Ada pula Sup Timlo favorite Sultan Hamengkubuwono X, yang juga umum di sajikan untuk menjamu tamu-tamu Sultan.

Sup dengan kuah berbumbu jahe serta bermacam rempah itu diisi jamur kuping, daging ayam, bunga pisang, wortel, telur gulung serta taburan ceriping kentang.

Sesaat untuk minuman, pengunjung restoran dapat coba Beer Jawa yang menghangatkan tenggorokan serta Secang yang beri kesegaran.

Beer Jawa adalah minuman kesukaan Sultan Hamengkubuwono VIII yang diramu dari bermacam bahan alami seperti sereh, kulit kayu secang, mesoyi, kayu manis, kapulaga, jeruk nipis, jahe serta cengkeh.

Tengah Secang, minuman kesehatan favorite Sultan Hamengkubuwono IX, diramu dari kayu secang, jahe, cengkeh serta sitrunela.

Resep juru masak Keraton

Hidangan-hidangan Bale Raos di buat berdasar pada resep dari beberapa juru masak keraton.

Menurut Sumartoyo resep makanan khas Keraton didapat segera dari juru masak Keraton lantaran belum ada resep yang tercatat.

Tetapi, ia meneruskan, supaya lebih gampang di terima rasa bermacam hidangan Bale Raos sudah sesuai dengan lidah masyararakat luas, termasuk juga wisatawan asing yang berkunjung ke Keraton.

” Umpamanya, orang Yogya itu kan sukai makanan manis sesaat orang lain mungkin saja tak, jadi gulanya agak dikurangi sedikit. Begitupun turis asing, tak terlampau sukai makanan pedas, ” tuturnya.

Ia memberikan Bale Raos juga tak merekrut beberapa chef terpenting lantaran umumnya mereka telah mempunyai standard serta langkah masak sendiri hingga di kuatirkan tak dapat terima standard serta cita rasa Keraton.

Sumartoyo juga menyampaikan bahwa agar cita rasa makanan Bale Raos sesuai sama aslinya, ada supervisi segera dari pihak Keraton. Semua juru masak serta staf dilatih serta dididik lansung oleh juru masak Keraton.

Cerita dibalik sajian

Sumartoyo menjelaskan bahwa ada cerita dibalik sebagian makanan serta minuman yang di sajikan di Bale Raos.

Umpamanya, Gudeg Manggar. Gudeg biasanya di buat dari nangka muda, namun Gudeg Manggar di buat dari bunga pohon kelapa yang masih tetap muda.

” Gudeg Manggar datang dari daerah Mangir. Dalam histori, Mangir yaitu daerah perdikan yang memberontak pada Panembahan Senopati. Lantaran tidak mau sama juga dengan Gudeg yang dikonsumsi Senopati, Ki Ageng Wonoboyo, penguasa Mangir, bikin Gudeg Manggar, ” katanya.

Sesaat Beer Jawa, ia menyampaikan, di buat untuk menghormati tamu-tamu Sultan yang datang dari Eropa serta Belanda.

Waktu menjamu tamu Eropa di Villa Kaliurang, Sultan umum menghidangkan anggur. Tetapi juga sebagai raja dari kerajaan Islam Sultan tak meminum anggur yang memiliki kandungan alkohol.

” Dari warna serta fungsinya, Beer Jawa serupa dengan anggur, untuk menghangatkan tubuh. Apabila bersulang dengan tamu-tamunya, Sultan juga memakai Beer Jawa, ” tuturnya.

Melestarikan

Restoran Bale Raos saat ini telah mempunyai tiga cabang, satu di kompleks Keraton di Jalan Magangan Kulon 1 Yogyakarta, satu di Jogja City Mall Yogyakarta serta satu di Jalan Suryo 15, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sumartoyo menyampaikan Bale Raos di bangun untuk wujudkan ide GKR Hemas untuk melestarikan kuliner khas Keraton dan buka pintu pada orang-orang umum untuk tahu serta nikmati kekayaan kuliner Keraton Yogyakarta.

” Bale Raos ditujukan untuk melestarikan kekayaan budaya saat lantas berbentuk kuliner. Jadi melestarikan budaya saat lantas tak mesti di museum, ” tuturnya.

” Kami merekrut lulusan SMK serta akademi pariwisata. Kami berniat mengajak anak-anak muda untuk nguri-uri kekayaan budaya, ” katanya.

Sumartoyo menyampaikan kuliner Keraton Yogyakarta cukup kaya. Ia menjelaskan bahwa pada saat lantas Sultan umumnya beristri banyak serta semasing istri mempunyai makanan favorite.

” Tiap-tiap Sultan berbarengan salah satu istrinya juga bakal dibuatkan makanan favoritnya, ” katanya.

Be Sociable, Share!

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    *