Gudeg Yu Nap – Bandung

0
199

Gudeg Yu Nap – Bandung
Jl. Cipta Graha Raya No. 1, Gunung Batu, Sukaraja, Cicendo, Sukaraja, Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat 40175, Indonesia

Gudeg-Yu-Nap

Sistem memasak yang lama dengan gabungan bumbu dan bahan berkwalitas jadikan gudeg Yu Nap merasa asli serta istimewa. Hal semacam itu juga yang bikin gudeg Yu Nap diakui mewakili Indonesia dalam arena World Street Food Congress di Singapura, beberapa waktu terakhir.

Mendengar kata gudeg, umumnya orang juga bakal menghubungkannya dengan Kota Yogyakarta. Ya, gudeg sampai kini memanglah sama dengan Kota Pelajar itu. Tetapi, untuk gudeg yang satu ini terbilang lain dari umumnya, lantaran tak lahir di Yogyakarta, tetapi di Kota Bandung, Jawa Barat. Tersebut gudeg Yu Nap yang berlokasi di daerah Gunung Batu, Pasteur, Bandung, tepatnya dekat dengan Bandara Husein Sastranegara. Temukan tempat gudeg Yu Nap terbilang gampang, dari gerbang tol Pasteur, Anda tinggal berbelok ke arah kanan sesudah perempatan lampu merah.

Kehadiran warung gudeg Yu Nap terbilang telah lama, yaitu mulai sejak 2005. Yaitu Jeffry Sie yang mengawali usaha warung gudeg itu. Ihwal dibukanya warung itu berawal saat Jeffry terasa jemu pada pekerjaannya juga sebagai staf sumber daya manusia (SDM) di suatu perusahaan. Alumnus psikologi dari Kampus Maranatha, Bandung itu lalu mengajak Nafsiah, kerabat jauhnya untuk buka warung gudeg. Menu gudeg diambil Jeffry dengan pertimbangan sistem pembuatannya yg tidak umum. “Gudeg itu kan sulit membuatnya, saya pikir jualan gudeg saja. Jadi, bila ada yang ingin mengikuti juga sulit mengingat sistem pembuatannya betul-betul butuh ketelatenan, sulit, ” ungkap Jeffry sekian waktu lalu.

Mengenai nama Yu Nap sebagai merk dagang warung gudeg Jeffry di ambil dari nama Nafsiah yang datang dari Gunung Kidul, Yogyakarta. Keluarga Jeffry mengetahui baik keluarga Nafsiah dengan kata lain Yu Nap juga sebagai pembuat gudeg yang enak di desanya. Mulai sejak kecil Yu Nap memanglah punya kebiasaan memasak gudeg. Pengetahuan bikin gudeng dia warisi dari ke-2 orangtua, bahkan juga kakek serta neneknya.

Rasa Istimewa

Dengan pengalaman memproses gudeg sepanjang bertahun-tahun itu, tak heran bila rasa gudeg Yu Nap betul-betul istimewa. Nangka juga sebagai bahan paling utama gudeg merasa sangatlah lembut, nyaris mirip pasta tetapi tak hingga terlampau hancur. Bumbunya adalah gabungan pada gurih santan, manis gula merah, serta bumbu-bumbu yang lain, sangatlah merasa di tiap-tiap suapan.

Terkecuali cita rasa gudegnya yang juara, krecek, dan lauk pendamping gudeg yang lain, berbentuk baceman tempe, tahu, ayam, maupun telur juga merasa sangatlah tidak sama. Struktur tahu serta telur merasa sangatlah padat, tetapi tak keras serta bumbu- bumbunya juga demikian meresap. Untuk lauk pauk yang lain, ada juga ayam kampung, ayam peda- ging, dan pindang telur. Tak ketinggalan juga dendeng ragi dengan cita rasa menggoda. Untuk mereka yang penasaran mau nikmati gudeg Yu Nap tak perlu cemas masalah harga, lantaran terbilang terjangkau di kocek.

Untuk satu jumlah gudeg dengan ayam kampung harga nya dari mulai 20 ribu sampai 35 ribu rupiah. Lalu, apa rahasia kelebihan rasa gudeg Yu Nap? Menurut Jeffry, hal semacam itu tak lain malah lantaran dia berupaya menjaga keaslian dari rasa gudeg. “Saya tak bikin gudeg yang fusion. Ya, rasa gudeg yang asli memanglah gurih, manis meresap, ” kata Jerry.

Sampai kini, lanjut dia, untuk memperoleh rasa gudeg yang orisinal umumnya dengan memakai beberapa bahan yang betul-betul berkwalitas. Beberapa bahan spesifik, seperti ketumbar, merica, gula merah, serta daun salam kering bahkan juga dihadirkan segera dari Yogyakarta. “Kalau beberapa bahan di kota besar umumnya telah dioplos, ” tutur Jeffry.

Terkecuali bahan, Jeffry juga menjaga keaslian dalam sistem pembuatan gudegnya. Sistem memasak gudeg Yu Nap cukup lama, dapat mengonsumsi saat sampai tiga hari. Menurut Jeffry, gudeg juga butuh di-resting. “Kalau kue tujuannya agar dapat mengembang, sesaat bila gudeg supaya terasa betul-betul mengigit, ” lebih dia.

Sistem memasak yang lama itu memakai api kecil. Maksudnya melindungi supaya gudeg tak hangus, namun bumbu-bumbunya betul-betul meresap. Jeffry menyampaikan untuk memasak gudeg di kedai makannya, awalannya dipakai kayu bakar, tetapi lama kelamaan ditukar dengan kompor. Bukan sekedar gudeg yang dimasak sampai berjam-jam, lauk pauknya juga, seperti tempe, telur, serta ayam juga dimasak sepanjang berjam-jam untuk memperoleh rasa bumbu yang meresap serta enak.

“Tapi, bila baceman umumnya saat memasaknya cuma sehari, tak hingga tiga hari, ” pungkas Jeffry.

Be Sociable, Share!

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    *