Sidoarjo

Kikil Sapi Waru Jaya – Sidoarjo

on

Kikil Sapi Waru Jaya – Sidoarjo
Jl. Raya Waru No.18, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur 61256, Indonesia
Telp : 031 8531347

sop kikil waru jaya Sidoarjo

Sup kikil sapi yang disajikan dengan lontong dapat menggoda selera. Kikil, atau kulit kaki sapi yang empuk, dengan kuah hangat kental beraroma rempah jadi andalan depot Kikil Sapi Waru Jaya, Sidoarjo, Jawa Timur.

Depot Kikil Sapi Waru Jaya memiliki ukuran seputar 3 x 7 mtr. ada di Jalan S Parman, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, dekat jalan layang Waru. Sup kikil ini merasa istimewa lantaran kikilnya empuk benar. Cuma dengan sedikit kunyahan, kikil yang umumnya kenyal digigit itu merasa empuk, larut dalam rasa gurih.

Kikil yang lunak atau lembut tersebut salah satu kelebihan masakan Kikil Sapi Waru Jaya. Kelembutan serta segarnya kuah bikin customer senantiasa mau berkunjung walau mesti menerobos kemacetan Jalan Achmad Yani, Surabaya, terlebih pada pukul pulang kerja di sore hari. ”Pokoknya enak, empuk, jadi tinggal disantap hingga selesai, ” demikian kata seseorang penikmat.

Tauvik (47), penikmat sup kikil dari Kenjeran, Surabaya, sudah jadi pelanggan terus mulai sejak th. 2001. Untuk karyawan swasta ini, rasa kuah kikil makin enak bila disiram dengan air jeruk nipis yang telah siap di botol, plus kecap manis.

Pelanggan setia lain, Arman (30), suka pada sup kikil di depot itu lantaran kikil betul-betul dari sisi kaki sapi. Ia butuh berikan info kata ”benar-benar” lantaran menyangkut otentisitas rasa kikil.

”Kikil sekalipun tak digabung dengan kulit sapi sisi lain. Terasa memanglah cocok di lidah. Tidak ada penambahan jeruk nipis, sambal, atau kecap saja telah enak, ” ucapnya.

Masalah jeruk nipis juga sebagai penambah rasa pasti tergantung pada selera semasing orang. Bila mau menaikkan rasa pedas, customer juga bebas memberikan sambal yang merasa enak lantaran digabung kacang tanah.

”Sebenarnya bumbu basic sama juga dengan (pembuat kikil) yang lain, namun ada bumbu spesifik yang kami imbuhkan hingga kuah merasa fresh, ” demikian kata Endang Suciati, pengelola Kikil Sapi Waru Jaya, tanpa ada menyebutkan bumbu spesial itu. Masalah sambal juga bukan sekedar bumbu basic cabai serta bawang merah, namun ditambah dengan kacang tanah hingga merasa gurih.

Sistem bertahap

Depot Kikil Sapi Waru Jaya didirikan oleh pasangan Karmani (70) serta Samsu (77) mulai sejak 30 th. lantas. Masalah rasa memanglah mereka jagalah benar. Saat ini mereka mulai turunkan ilmunya pada Endang Suciati (44), putri tunggal mereka. Tetapi, Karmani tetap masih terjun segera ke dapur pada pagi hari serta ke depot tiap-tiap sore.

Sehari-hari, sejumlah 25 gunakan kikil mulai di proses mulai sejak pagi. Agar lunak benar serta tak amis, sistem memasaknya dikerjakan sebagian step. Awalannya, kaki sapi yang disiapkan peternak Sidoarjo, Lamongan, atau Mojokerto, itu di rebus 1/2 masak sepanjang seputar dua jam. Perebusan ini untuk mempermudah pembersihan sisi kulit di kaki sapi.

Sesudah bersih, air rebusan dibuang. Kikil dipotong-potong serta dicuci bersih. Barulah kikil dimasak dengan bumbu-bumbu komplit. Sebagian bumbu paling utama, disadari Endang, sama juga dengan komposisi sup kikil di depot lain, yakni bawang merah, cabai merah, jahe, kunyit, bawang putih, sereh, daun jeruk, dan daun bawang untuk pemanis.

”Kalau cabai mahal, terkadang ibu saya memakai cabai merah keriting, namun terus digabung dengan cabai rawit supaya warna kuah tak terlampau merah. Rasa juga lebih enak bila cabai tak didominasi cabai merah keriting. Masalah bumbu paling utama sama juga, namun terus akhirnya beda, ” papar Endang memberikan keyakinan.

Step memasak kikil juga tak sebentar. Sistem kikil masih tetap membutuhkan seputar empat jam hingga kikil empuk benar serta bumbu betul-betul meresap. Sistem memasak kikil telah berjalan mulai sejak pagi hingga saat warung buka, customer betul-betul nikmati hangatnya kuah kikil. Alhasil, sup kikil juga betul-betul empuk serta rempah merasuk prima.

Kikil Sapi Waru Jaya buka mulai sejak jam 16. 00 hingga seputar jam 22. 00 atau 22. 30. Daya tampung tempat santap ini cuma seputar 15 orang. Itu telah termasuk juga meja yang diatur di trotoar. Customer yang makan ditempat juga tidak dapat berlama-lama nikmati kikil lantaran antrean telah panjang, terlebih pada pukul pulang kerja.

”Begitu usai makan, ya segera angkat kaki lantaran telah banyak yang akan makan juga. Warung ini tak pas untuk acara makan sembari bercakap. Namun, memanglah cuma untuk menyantap kikil, ” kata Dewi (25), pegawai Pemerintah Kota Surabaya, sebagai pelanggan.

Be Sociable, Share!

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    *