Nasi Uduk Gondangdia – Jakarta

0
254

nasi-uduk-godangdia

Nasi Uduk Gondangdia – Jakarta
Jl. Cikini 4 No. 8A, Menteng, Cikini, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10330, Indonesia
Telp : 021 31935131

Nasi uduk yang satu ini rasa-rasanya pulen dengan aroma wangi gurih serta balutan daun pisang yang khas berupa kerucut. Ayam gorengnya kriuk renyah, empalnya empuk, dengan gigitan dua type sambal yang puedess… Hidangan berbuka juga semakin nikmat saat menebus kangen nasi yang gurih serta pulen ini! Bila bicara masalah nasi uduk yang terlintas dalam benak saya yaitu nasi uduk Gondangdia. Ya, tempat makan populer yang berdiri mulai sejak th. 1993 ini memanglah tidak cuma rasa-rasanya yang maknyuss… namun juga senantiasa bikin kangen. Sampai pada akhirnya tempo hari saya nekat menebus rasa kangen dengan meluncur menuju nasi uduk Gondangdia untuk berbuka puasa. Setahu saya dahulu tempat makan ini tepatnya ada dibawah fly over kereta Jl. Gondangdia Lama. Namun sesudah alami pembangunan saya tak tahu di mana tempat tinggal makan ini geser. Namun untunglah waktu mencermati sisi bawah fly over saya lihat sinyal panah bertuliskan nasi uduk. Segera saja mobil saya belokkan menuju arah yang ditunjuk serta beberapa mtr. lalu spanduk bertuliskan nasi uduk Gondangdia telah ada di depan mata. Tak seperti saat dibawah fly over, tempat baru nasi uduk Gondangdia ini lebih luas serta ditata sedemikian apik. Dibagian samping kanan ada etalase tempat bermacam juice serta es diracik. Sedang disisi kiri satu etalase kaca yang diisi bermacam lauk-pauk seperti ayam goreng, udang, empal, cumi goreng, paru, bebek, tempe, tahu, sate usus, ati ayam, dan lain-lain.

Saya juga segera menuju ke segi kiri tempat satu etalase kaca yang diisi bermacam lauk-pauk. Tidak lama saya telah asik pilih menu berbuka sore itu, sepotong ayam goreng, empal, setusuk udang dan tempe jadi pilihan. Untuk minumnya es jeruk kelapa jadi pilihan. Waktu mendengar nada bedug bergema selekasnya saya batalkan dengan menyeruput es jeruk kelapa. Alhamdulillah suegerr! Sambari menanti pesanan tiba saya juga meluangkan diri untuk sholat di masjid yang ada di depan tempat tinggal makan ini. Benar saja sesudah usai sholat semuanya pesanan saya telah ada di meja siap untuk di nikmati. Situasi tempat tinggal makan yang terlebih dulu masihlah belum demikian ramai saat ini penuh sesak oleh pengunjung. Pertama-tama saya nikmati semangkok kecil candil yang ada sebagai compliment sepanjang bln. ramadhan. Sepiring besar nasi uduk yang dibungkus daun pisang berbenuk kerucut jadi serbuan saya setelah itu. Bungkus kerucut yang runcing ini telah jadi ciri khas nasi uduk Gondangdia. Waktu bungkusnya di buka tercium bau wangi bercampur gurih nasi uduk yang khas. Piring oval yang diisi ayam goreng, satai udang, empal goreng, serta tahu tersaji diatas meja. Tidak ketinggal dua type sambal jadi pendamping setia diatas meja yakni sambal kacang, sambal goreng, dan sebotol kecap manis.

Seperti umum ke-2 sambal saya campur dengan sedikit kecap manis. Barulah merasa dampak pedas, gurih, manis yang betul-betul enak! Ayam gorengnya tidak demikian besar lantaran menggunakan ayam jantan. Sisi luarnya renyah kriuk… tetapi sisi dalamnya lembut dengan aroma harum kunyit yang meresap ke sisi dalam dagingnya. Waktu dicocol dengan sambal nyam nyam… rasa-rasanya semakin enak. Hmm… gurihnya nasi uduk, pedasnya sambal serta lembutnya ayam jadi gabungan yang prima. Empal gorengnya juga tidak kalah enak. Potongannya tidaklah terlalu tidak tebal namun digoreng kering dengan rasa yang empuk serta tidak pelit bumbu. Sedang satai udang terbagi dalam dua buah udang besar yang ditusuk menggunakan lidi lantas digoreng. Udangnya begitu merasa fresh dapat dibuktikan rasa dagingnya manis serta cocok di nikmati berbarengan cocolan sambal. Tidak merasa titik-titik peluh mulai nampak di kening. Bukanlah lantaran cuaca yang panas tetapi sengatan sambal yang cukup mengigit. Untung ada si es jeruk kelapa yang sueger… saat itu juga meredakan pedasnya sambal. Untuk menebus rasa kangen ini saya juga tidak butuh membayar sangat mahal. Sepincuk nasi uduk cuma dihargai Rp 4000, 00, sepotong ayam goreng Rp 9. 500, 00 serta setusuk satai udang Rp 17. 500, 00. Dalam hati saya juga berjanji bakal kembali pada namun pastinya dengan mengajak rekan-rekan untuk menularkan rasa kangen nasi uduk Gondangdia ini.

Be Sociable, Share!

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    *